Akibat Hukum Jika Meminjamkan Kartu Kredit kepada Orang Lain

Kartu kredit adalah alat pembayaran dengan menggunakan kartu (“APMK”) yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran atas kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi, termasuk transaksi pembelanjaan dan/atau untuk melakukan penarikan tunai.

kewajiban pembayaran pemegang kartu dipenuhi terlebih dahulu oleh acquirer atau penerbit, dan pemegang kartu berkewajiban untuk melakukan pembayaran pada waktu yang disepakati baik dengan pelunasan secara sekaligus (charge card) ataupun dengan pembayaran secara angsuran.

 

Berdasarkan Pasal 1 angka 7 Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/2/PBI/2012 tentang

Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (“PBI APMK”) ditegaskan bahwa pemegang kartu adalah pengguna yang sah dari APMK.

Perbuatan meminjam menurut hukum didasarkan pada suatu perjanjian (perpanjian pinjam meminjam) yang harus memenuhi syarat sah perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUH Perdata”), yang berbunyi:

 

Sahnya suatu perjanjian diperlukan empat syarat:

  1. kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya;
  2. kecakapan untuk membuat suatu perikatan;
  3. suatu hal tertentu; suatu sebab yang halal.

 

perjanjian kredit yang dilakukan antara Anda dengan bank (menimbulkan kewajiban Anda untuk membayar tagihan kartu yang telah dipakai). Dan perjanjian pinjaman yang dilakukan antara Anda dengan teman Anda, yang kami asumsikan perjanjian tersebut dilaksanakan secara sukarela tanpa ada paksaan dan secara lisan.

Jika ada teman anda (orang lain) meminjam dan menggunakan kartu kredit anda namun ia tidak membayar tagihan kartu kredit maka anda berhak memperoleh ganti rugi.

Wanprestasi diatur dalam Pasal 1239 KUH Perdata :

Tiap perikatan untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu,apabila si berutang tidak memenuhi kewajibannya, wajib diselesaikan dengan memberikan penggantian biaya, kerugian dan bunga. 

Atas perbuatan wanprestasi yang dilakukan oleh orang tersebut, Anda tidak dapat melaporkan perbuatannya ini kepada polisi. Namun, anda dapat mengajukan gugatan wanprestasi pada pengadilan.