MENCEGAH PENARIKAN PAKSA KENDARAAN OLEH COLLECTOR

Arti Debt Collector sebetulnya diambil dari bahasa Inggris di mana punya makna “penagih hutang”. Dalam istilah perbankan, pengertian Debt Collector adalah pihak ketiga yang ditunjuk lembaga keuangan atau bank untuk menyelesaikan masalah kredit macet.

Biasanya, hal ini terkait erat dengan urusan hutang piutang di mana nasabah memiliki tunggakan kredit macet yang mencapai level parah. Misalnya, kredit sepeda motor, mobil, rumah, kartu kredit dan lainnya.

Sebelum melibatkan pihak ketiga dengan menggandeng Debt Collector, lembaga pembiayaan/keuangan/leasing/bank biasanya punya kolektor regular yang bertugas memberikan peringatan.

Jika masih saja macet dan tidak bisa diatasi yang berpotensi besar merugikan lembaga keuangan, biasanya hal itu dipasrahkan pihak ketiga, yaitu Debt Collector untuk melakukan eksekusi atau penyitaan barang jaminan.

Sayangnya, praktek dan pengalaman di lapangan berbicara lain. Debt Collector yang seharusnya melaksanakan tugas eksekusi sesuai dengan prosedur dan aturan hukum, ternyata main hakim sendiri. Karena itu, image pihak ketiga itu di mata masyarakat saat ini begitu menyeramkan dan menakutkan.

Namun, jika Anda jeli dan mengerti hukum, Anda bisa mengantisipasi, mencegah, melawan atau menghindari aksi Debt Collector yang sewenang-wenang. Untuk pembahasan lebih mendalam soal masalah ini, tonton video ini

https://www.youtube.com/watch?v=EtnsSgdL2pk

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*